Minggu, 16 Juni 2013
Manfaat Sunat Jauh Lebih Besar dari Resikonya
Khitan atau operasi pengangkatan kulit penis merupakan prosedur medis yang biasa dilakukan padaanak-anak atau remaja muslim. Namun, dalam dunia medis, prosedur ini masih dianggap kontroversialmeski banyak yang sudah membuktikan manfaatnya bagi kesehatan.
Salah satu organisasi dokter anak terkemuka didunia yaitu American Academy of Pediatrics punmenyatakan bahwa manfaat khitan itu jauh lebih besar dari pada resikonya. AAP pun meluncurkanpedoman baru terkait prosedur ini untuk mendukung dan mempromosikan manfaat kesehatan darikhitan (sunat).
“Topik tentang prosedur ini mungkin menyentuh isu-isu sensitif seperti budaya, agama, etnis, tradisikeluarga hingga estetika namun kami tidak mendukung isu tertentu dalam merekomendasikan prosedurini, kata Dr. Andrew Freedman, anggota AAP.
Prosedur khitan pada bayi laki-laki telah menurun drastis sebesar 80% pada tahun 1970-an menjadi55% pada tahun 2010. Padahal sebuah studi terbaru memperingatkan bahwa rendahnya jumlah bayilaki-laki yang dikhitan dapat menyebabkan tingginya jumlah infeksi menular seksual yang terjadi di AS.Dalam 20 tahun lebih ini, infeksi telah menghabiskan biaya pengobatan hingga mencapai miliyaran dolarAS.
Namun penentang khitan juga bersikeras prosedur ini sebenarnya tidak diperlukan dan dapatmengurangi sensasi seksual pria. Lagipula prosedur ini menghabiskan biaya antara 150-300 dollar ASdikawasan Los Angles saja, ungkap Freedman yang juga merupakan direktur urologi pediatrik diCedars-Sinai Medical Center, LA.
Bagi sebagian orang, biay adalah isu sensitif, apalagi sejak 18 negara AS menolak untuk menanggungbiaya prosedur itu dibawah program Medicaid bagi orang-orang dari kalangan menengah ke bawah.
“Pedoman baru yang diluncurkan secara online mulai 27 Agustus 2012 dan akan dipublikasikan dalamjurnal Pediatrics pada bulan September itu menawarkan bukti-bukti kuat tentang manfaat khitan,terutama dalam rangka mencegah penyebaran virus HIV, “terang Freedman seperti dilansir darihealthfinder,selasa (28/8/2012).
Pedoman baru ini juga mengungkapkan bahwa prosedur khitan dapat menurunkan resiko infeksisaluran kemih pada bayi, herpes kelamin, human papilloma virus (HPV), kanker serviks pada wanitadan kanker penis.
Meski begitu, posedur prosedur ini juga tidak luput dari resiko seperti pendarahan yang ditemukanpada satu dari 500 anak laki-laki. Sedangkan hilangnya sensasi seksual saat menginjak usia dewasaakibatnya hilangnya saraf dibagian kulit penis pada kenyataannya tidak terbukti.
“Banyak orang khawatir mereka tidak akan bahagia jika kekurangan sensasi seksual, salah satunyaakibat prosedur ini, tapi jutaan pria yang menjalani prosedur ini terbukti dapat menjalani kehidupanpernikahan yang sangat bahagia,”ujar Freedman.
Namun AAP menekankan bahwa keputusan untuk mengkhitan anak hanya terletak pada orangtuasendiri. Tentunya setelah mempertimbangkan saran dokter serta pilihan dan kepercayaan orangtuamasing-masing.
sumber : http://rumahsunatan.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar